Sabtu, 09 Mei 2020


Prinsip Pengontrolan Motor Listrik
Kata kontrol berarti mengatur atau mengendalikan, jadi yang dimaksud dengan pengontrolan motor adalah pengaturan atau pengendalian motor mulai dari pengasutan, pengoperasian hingga motor itu berhenti. Maka pengontrolan motor dapat dikategorikan menjadi tiga bagian menurut fungsinya, yaitu:
  • Pengontrolan pada saat pengasutan (starting)
  • Pengontrolan pada saat motor dalam keadaan beroperasi (pengaturan kecepatan, pembalikan arah putaran dan lain-lain)
  • Pengontrolan pada saat motor berhenti beroperasi (pengereman).


Sesuai dengan perkembangan teknologi yang memicu perkembangan industri, cara atau sistem pengontrolan itu terus berkembang. Maka dari caranya dapat diklasifikasikan menjadi :
  • Pengontrolan cara manual (manual control)
  • Pengontrolan semi-otomatis (semi-automatic control)
  • Pengontrolan otomatis (automatic control)
  • Pengontrolan terprogram (programable controller)
Gambar. Metoda Motor Starting.
  1. Direct-On-Line motor starting.
  2. Start-delta (bintang-segitiga) motor starting.
  3. Soft starter (Q2), motor starter kontinyu dan bertahap, alternafif secara elektronik sebagai pengganti Start-delta (bintang-segitiga) motor starting.
  4. Variable Frequency Drivers atau inverter sebagai pengendali kecepatan motor dan terintegrasi dengan proteksi motor secara elektronik.
Pengasutan Langsung ( Direct on line/DOL starter )
Karakteristik umum :
  • Arus starting : 4 sampai 8 kali arus nominal
  • Torsi starting : 0,5 sampai 1,5 kali torsi nominal
  • Kriteria pemakaian 
            - 3 terminal motor , daya rendah sampai menengah
            - Arus starting tinggi dan terjadi drop tegangan
            - Peralatan sederhana
  • Waktu total yang diperlukan untuk DOL Starting direkomendasikan tidak lebih dari 10 detik
Pengasutan bintang-segitiga (Motor Starting Star-Delta)
Metoda starting Y -  banyak digunakan untuk menjalankan motor induksi rotor sangkar yang mempunyai daya di atas 5 kW (atau sekitar 7 HP). Untuk menjalankan motor dapat dipilih starter yang umum dipakai antara lain : saklar rotari Y - , saklar khusus Y-  atau dapat juga menggunakan beberapa kontaktor magnit beserta kelengkapannya yang dirancang khusus untul rangkaian starter Y - .
Perlu diingat jika pada name plat motor tertulis 220/380 V, sedangkan tegangan jala-jala yang tersedia sumber 3 fasa 380 V, maka motor tersebut hanya boleh dihubungkan bintang (Y) artinya motor berjalan normal pada hubungan bintang pada tegangan 380 V. Motor tersebut dapat dilakukan starting Y - . Apabila dihubungkan pada tegangan jala 3 fasa 220 V.